Saudia Arabia Airlines Pindah Operasional ke Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Mulai 31 Januari 2026
Info Haji & Umroh
1/15/20261 min read


Tangerang – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) akan melakukan relokasi operasional penerbangan Saudia Arabia Airlines (SV) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Relokasi ini dilakukan dari Terminal 3 menuju Terminal 2F, dan dijadwalkan mulai berlaku 31 Januari 2026.
Kebijakan pemindahan ini merupakan bagian dari penataan operasional penerbangan umrah dan haji di Bandara Soekarno-Hatta, sejalan dengan penetapan Terminal 2F sebagai terminal khusus pelayanan Haji dan Umrah sejak Mei 2025.
Dalam surat pemberitahuan operasional, pihak bandara menyampaikan bahwa Terminal 2F telah disiapkan untuk mendukung kegiatan penerbangan internasional, termasuk ketersediaan check-in counter, baggage conveyor, boarding gate, security checkpoint, serta parking stand bagi pesawat Saudia Airlines.
Selain itu, InJourney Airports meminta Saudia Airlines untuk menyusun kesiapan operasional dan melakukan komunikasi kepada calon penumpang. Maskapai diimbau untuk memberikan informasi relokasi terminal paling lambat satu minggu sebelum tanggal penerbangan, guna memastikan pelayanan berjalan lancar dan penumpang tidak salah terminal.
Hasil Rapat Koordinasi & Tahapan Relokasi
Relokasi ini juga telah dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada 29 Desember 2025, yang melibatkan pihak bandara dan Saudia Airlines. Dalam pembahasan tersebut, pihak bandara menegaskan kesiapan fasilitas di Terminal 2F serta rencana pemindahan layanan penerbangan umrah secara bertahap.
Adapun relokasi layanan penerbangan umrah sebelumnya telah dilakukan untuk beberapa operator/maskapai, di antaranya:
Lion Charter Umrah
Garuda Charter (mulai 5 Januari 2026)
Garuda reguler rute Jeddah/Madinah (mulai 21 Maret 2026)
Selanjutnya, Saudia Airlines akan dialihkan khusus untuk rute Jeddah dan Madinah ke Terminal 2F. Sementara itu, untuk penerbangan Saudia rute Riyadh, layanan tetap berada di Terminal 3.
Tanggapan atas Masukan Saudia Airlines
Dalam dokumen relokasi ini juga tercantum sejumlah masukan dari Saudia Airlines terkait aspek operasional dan pelayanan penumpang. Pihak bandara memberikan respons dan penjelasan atas 11 poin isu yang disampaikan, meliputi kenyamanan penumpang, biaya, hingga kesiapan fasilitas layanan.
Otoritas penerbangan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara turut mendukung penataan terminal tersebut, termasuk mempertimbangkan kondisi Terminal 3 yang telah mendekati kapasitas optimal, sehingga diperlukan pengaturan ulang untuk menjaga kualitas pelayanan dan kelancaran operasional bandara.
Dengan implementasi relokasi ini, diharapkan pelayanan penerbangan umrah dan haji di Bandara Soekarno-Hatta dapat lebih terintegrasi dan terfokus, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional maskapai dan pengelola bandara.
